Sejarah Maluku Barat Daya

Kabupaten Maluku Barat Daya yang dikenal dengan Negeri Kalwedo, terbentang dari Desa Serili- Pulau Masela matahari terbit sampai Desa Ustutun Pulau Lirang mathari terbenam, kaya akan kearifan local dalam bingkai Kalwedo melimpah dengan potensi sumber daya alam : Blok Gas Abadi di Pulau Masela, Tambang Tembaga di Pulau Wetar, Emas di Pulau Romang, belum lagi Blok Moa Selatan, Moa Utara, Blok Leti, Blok Sermata, Blok Babar Selaru, dan masih ada lagi : emas, mangan, biji besi, dan nikel di Pulau-Pulau lainnya yang belum tereksplorasi. Potensi wisata alam yang belum tersentuh ada Gunung Kerbau di Pulau Moa yang menawan dan mempesona, pasir putih Pantai Sila dan Pantai Metimaran yang aduhai, di Pulau Maupora ada tempat berkumpul suanggi-suanggi se Dunia, danau Tihu dengan Parade Buaya, ada jangkar kapal terbuat dari stenlis yang mungkin saja jangkar Bahtera Nuh di puncak Gunung Ilpokil yang telah ada sejak adanya Pulau Wetar serta Tanjung Tiakur yang mengabadikan matahari terbenam di ufuk barat. Maluku Barat Daya mungkin yang terkecil di wilayah Provinsi Maluku. Maluku Barat Daya tergolong 3T : Terisolir, Terluar, dan Terdepan tetapi bukan karena kekurangan potensi sumber daya manusia dan sumber daya alamnya tetapi memang karena Maluku Barat Daya ada diantara seribu pulau di wilayah Provinsi Maluku dengan rentang kendali yang sangat jauh. Dari bagian selatan Provinsi Maluku, Maluku Barat Daya merupakan Garda Terdepan sekaligus membingkai  Tapal Batas Negara Kesatuan Republik Indonesia denga Negara Timor Leste dan Negara Australia. Realitas dalam berbagai aktifitas dalam membangun kehidupan masyarakat Maluku Barat Daya, kami harus bergumul dan bertarung dengan gelora dan gelombang laut Banda yang membentang luas dalam batas pandang yang tak terhingga hanya untuk datang ke Ambon Ibukota Provinsi Maluku. Apakah salah kalau Maluku Barat Daya menjadi sebuah Provinsi di tanah Maluku ?………… kalau sejenak direnungkan dari lubuk hati yang paling dalam, disana ada jawabannya.Kabupaten Maluku Barat Daya yang dikenal dengan Negeri Kalwedo, terbentang dari Desa Serili- Pulau Masela matahari terbit sampai Desa Ustutun Pulau Lirang mathari terbenam, kaya akan kearifan local dalam bingkai Kalwedo melimpah dengan potensi sumber daya alam : Blok Gas Abadi di Pulau Masela, Tambang Tembaga di Pulau Wetar, Emas di Pulau Romang, belum lagi Blok Moa Selatan, Moa Utara, Blok Leti, Blok Sermata, Blok Babar Selaru, dan masih ada lagi : emas, mangan, biji besi, dan nikel di Pulau-Pulau lainnya yang belum tereksplorasi. Potensi wisata alam yang belum tersentuh ada Gunung Kerbau di Pulau Moa yang menawan dan mempesona, pasir putih Pantai Sila dan Pantai Metimaran yang aduhai, di Pulau Maupora ada tempat berkumpul suanggi-suanggi se Dunia, danau Tihu dengan Parade Buaya, ada jangkar kapal terbuat dari stenlis yang mungkin saja jangkar Bahtera Nuh di puncak Gunung Ilpokil yang telah ada sejak adanya Pulau Wetar serta Tanjung Tiakur yang mengabadikan matahari terbenam di ufuk barat. Maluku Barat Daya mungkin yang terkecil di wilayah Provinsi Maluku. Maluku Barat Daya tergolong 3T : Terisolir, Terluar, dan Terdepan tetapi bukan karena kekurangan potensi sumber daya manusia dan sumber daya alamnya tetapi memang karena Maluku Barat Daya ada diantara seribu pulau di wilayah Provinsi Maluku dengan rentang kendali yang sangat jauh. Dari bagian selatan Provinsi Maluku, Maluku Barat Daya merupakan Garda Terdepan sekaligus membingkai  Tapal Batas Negara Kesatuan Republik Indonesia denga Negara Timor Leste dan Negara Australia. Realitas dalam berbagai aktifitas dalam membangun kehidupan masyarakat Maluku Barat Daya, kami harus bergumul dan bertarung dengan gelora dan gelombang laut Banda yang membentang luas dalam batas pandang yang tak terhingga hanya untuk datang ke Ambon Ibukota Provinsi Maluku. Apakah salah kalau Maluku Barat Daya menjadi sebuah Provinsi di tanah Maluku ?………… kalau sejenak direnungkan dari lubuk hati yang paling dalam, disana ada jawabannya. Maluku Barat Daya mungkin merupakan bagian yang paling terkecil bahkan tidak lebih besar dari sebutir pasir di tepi pantai tetapi biarlah dipakai untuk ikut menjadikan bangunan beton yang kokoh, “Mustahil Bagi Manusia Tidak Mustahil Bagi Allah”. Biar tanah mau tutup mata, Maluku Barat Daya tetap Maluku Barat Daya, mengawal kepentingan Strategis Nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia di perbatasan Negara Timor Leste dan Negara Australia di bagian selatan Provinsi Maluku.

Alamnya menghijau menjanjikan kemakmuran

Lautnya membiru menjanjikan kesejahteraan

Budaya dan Adat Istiadatnya dalam makna Kalwedo menjanjikan kedamaian

Salam Kalwedo Dari Maluku


Bagikan artikel ke :