Pengibaran 1000 Bendera Merah Putih di Pulau Lirang

August 7, 2017 7:44 am

Dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 72 tanggal 17 Agustus 2017, Perhimpunan Pemuda Pelajar Wetar dan Lirang menggelar pengibaran seribu bendera merah putih di kawasan perbatasan dengan negara Timor Leste di Pulau Lirang, Kecamatan Wetar Barat, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

Luar biasanya lagi, kegiatan yang didukung sepenuhnya oleh Kodam XVI/Pattimura ini, akan dihadiri oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara, Rini Soemarno.

Ketua Panitia Pengibaran Seribu Bendera Merah Putih di Perbatasan, Hendrik Mabala kepada wartawan, mengatakan, ada beberapa agenda yang telah dipersiapkan dalam rangka memeriahkan HUT Proklamasi di daerah perbatasan yang awalnya direncanakan untuk menghadirkan Presiden RI ini.

“Sejak beberapa hari lalu, bendera-bendera sudah dipasang mengelilingi Pulau Lirang dan sebagian di Pulau Wetar. Ini dilakukan oleh masyarakat dibantu anggota TNI dan Polri. Berbagai persiapan juga telah dilakukan untuk menyambut ibu menteri,” kata Hendrik di Pulau Lirang, Minggu (6/8).

Ditambahkan, selain tatap muka dan dialog dengan Menteri ESDM, serta seminar dengan tema sekali merdeka tetap merdeka, ada beberapa lomba lain yang akan dilaksanakan, diantaranya lomba memancing, lomba arumbai, lomba balap sepeda dan beberapa lomba lainnya.

“Hadiah bagi pemenang pun tidak tanggung-tanggung, semua itu disiapkan oleh Kodam XVI/Pattimura bekerja sama dengan kementerian BUMN,” ujarnya.

Mabala juga katakan, lewat kegiatan ini, ada dampak positif yang telah dinikmati oleh masyarakat di Pulau Lirang.

“Masyarakat yang selama ini menggunakan sinyal telepon seluler Timor Telkom dari Timor Leste yang sangat mahal, saat ini sudah boleh berlega karena pekan kemarin, sudah dipasang tower mini telkomsel sehingga akses komunikasi sudah bisa berlangsung dengan baik,” pungkasnya.

Ditambahkan pula, masyarakat dari semua desa yang ada di Pulau Wetar dan Lirang akan tumpah ruah di lokasi kegiatan yaitu di Desa Ustutun dan Manoha untuk untuk ikut meramaikan.

“Para kepala desa juga akan mempersiapkan beberapa rekomendasi yang akan disampaikan ke Menteri BUMN terkait dengan kepentingan masyarakat Wetar dan MBD pada umumnya dan diharapkan rekomendasi ini bisa diperjuangkan oleh menteri BUMN di pusat,” ujarnya.

Salah satunya, lanjut dia, ketidakadilan pemanfaatan CSR PT Inpex Corporation dalam pengelolaan Blok Masela yang sama sekali tidak dinikmati oleh masyarakat di MBD, karena hanya didaratkan saja di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB).

Pokoknya, lanjut dia, akan diupayakan agar lewat kegiatan ini, ada manfaat besar yang bisa didapatkan oleh masyarakat di Pulau Wetar dan Lirang yang selama ini termarginalkan dalam pembangunan termasuk manfaat untuk Kabupaten MBD secara umum.

Pantauan wartawan, mendadak daerah perbatasan dengan Timor Leste itu didominasi oleh warna merah putih. Seribuan bender berderet di sepanjang pantai, sementara bendera induk akan dikhibarkan pada tanggal 17 Agustus nanti. Lokasinya sudah disiapkan yaitu berdekatan dengan tugu perbatasan NKRI yang terletak di Dusun Manoha.

Masyarakat di daerah perbatasan ini boleh dibilang punya semangat nasionalis yang tinggi, kendati dalam kehidupan sehari-hari, mereka sering sekali berinteraksi dengan saudara-saudaranya yang masih punya talian keluarga di Tomor Leste.

Selain hasil tangkapan ikan yang sering dijual kepada masyarakat di mantan provinsi ke 27 Indonesia itu, warga di Wetar yang sakit parah mereka sering sekali pergi berobat ke Dili dan disana mereka dirawat secara gratis.


Bagikan artikel ke :