SUARA KETUA KOMISI V DPR RI DI TIAKUR KAB. MALUKU BARAT DAYA

August 4, 2017 9:23 am

Rabu, 02 Agustus 2017 Maluku Barat Daya bersorak-sorak karena dikunjungi 4 Orang Komisi V DPRI yakni
Bpk. Fary Djemy Francis (Ketua Komisi)
Bpk Joseph Umar Hadi (PDIP)
Ibu Hana Gayatri (PAN)
Bpk. Subarna (Gerindra)
Saya sengaja mencatat suara Ketua Komisi V DPRI di Malam Bakudapa Pemerintah Daerah dan Masyarakat MBD bersama Ketua dan Anggota Komisi V DPRI beserta rombongan dan mempostingnya untuk diketahui oleh Ina Nara, Ama Syali di ruang publik ini. Semoga bermanfaat.

Mari simak…..

Kami bersyukur akhirnya bisa tiba dengan sukacita di Tiakur Pulau Moa. Kita bersyukur karena bulan Juni lalu kami sudah mengagendakan untuk datang ke tempat ini, kami sudah merencanakan untuk berkunjung ke sini tetapi karena satu dua hal agenda penting lain sehingga kami lakukan re-schedule / penjadwalan ulang sehingga baru tiba hari ini.
Kata pak Josep ini kunjungan yang kami rindukan dan bersejarah karena baru pertama kali lembaga negara secara formal dan institusional menginjakan kaki di Kab. Maluku Barat Daya. Kami bersyukur secara lembaga dari komisi V pertama-tama datang ke wilayah ini.

Saya tadi dalam perjalanan dari bandara moa menuju tiakur dari mitra-mitra kerja bilang dan bisik bisik ke saya ; Pak Fari kalau kunjungan seperti ini kami mau ikut terus. Luar biasa. Beberapa mitra kerja bilang pak ketua Ini baru pernah dan pertama kali kita disambut meriah seperti ini. Disambut dengan sejumlah tarian. Kita juga bersyukur bisa makan kekeluargaan bersama di pantai. Makanannya enak sekali. Semuanya makan ikan tidak makan ayam karena ikannya segar, ikannya hanya mati satu kali. Kita juga merasa sukacita yang luar biasa disambut oleh anak-anak sekolah melambaikan tangan. Kami terharu dan karena itu kami berterima kasih untuk sambutan pak bupati, wakil bupati dan seluruh jajaran serta masyarakat MBD.

Komisi V mitra kerjanya dengan Kementrian PUPR, Kementrian Perhubungan, Kementrian Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, BMKG, Basarnas, PT Pelni, PT. ASDP, dan ada beberapa lembaga lain-lain. Mereka adalah patner kerja kami di Komisi V. Kami melakukan kunjungan kerja Komisi seperti satu tahun itu hanya 5 kali. Jadi bisa dibayangkan 5 kali satu tahun ada Gubernur dan bupati seluruh Indonesia yg datang minta ke kami untuk kami lakukan kunjungan kerja di daerah mereka seperti ini.
Mengapa kunjungan kerja seperti ini sangat amat penting? Karena kunjungan kerja seperti kami datang dengan mitra kerja. Dengan persoalan-persoalan yang kami temui mitra-mitra kerja akan mencatat dan menyampaikan dalam rapat internal di lembaganya masing-masing dan kemudian kami pada saat pembahasan anggaran yang paling pertama yakni kita serahkan kepada mitra kerja kami pembahasan temuan-temuan dan usulan perioritas dari kunjungan kerja komisi V di daerah yang kami kunjungi. Jadi kita bersyukur dengan waktu yang sangat amat terbatas dan singkat tetapi kami bisa berkunjung ke Maluku Barat Daya ini.
Saya ini anggota DPRI Dapilnya adalah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tetapi saya tidak pernah lupa tentang Maluku terutama Maluku Barat Daya. Saya Ketua yang memegang palu. Saya ketua yang mengesahkan anggaran di Komisi V kurang lebih sekitar 200 triliun. Tangan saya ini nilainya 200 triliun. Jadi saya kira kami dari jakarta datang ke sini Moa dan esok ke Kisar kami akan berkunjung melihat, mencatat, mendapatkan informasi untuk kita bersama-sama memperjuangan aspirasi dan kepentingan masyarakat Maluku Barat Daya.
Bersyukur bahwa Kami kunjungan ke sini tepat pada waktunya. Di saat sekarang kami sedang dan memasuki pembahasan APBN 2018 untuk tahap pendahuluan. APBN 2018 tahap pendahuluan itu dari lembaga mitra kami menyampaikan visi-visinya dan rencana kerja pemerintah terus mereka mendengarkan apa hasil temuan-temuan kami saat kunjungan kerja. Setelah itu kemudian disinkronisasikan. Tanggal 16 Agustus kita akan mendengarkan Nota Keuangan Presiden setelah itu kita akan membahas secara detail apa yang diusulkan dari hasil kunjungan kerja.

Tentu kunjungan-kunjungan kerja seperti ini catatan2 yang disampaikan pak bupati dicatat oleh mitra. Jadi kalau pak bupati minta perpanjangan Bandara apalagi hanya 400 meter tidak perlu kami datang ke sini. Kalau saya mau bilang 400 meter itu biasalah. Cuma kita minta begitu anggaranya sudah diketok dan disetujui kita berharap tidak ada persoalan2 mengenai pembebasan lahan. Sebab Kami punya pengalaman banyak anggaran yg sudah diketok trus kemudian kita bintang karena persoalan lahan. Jadi kalau bupati meyakinkan kita mengenai lahan bandara. 400 meter itu persoalan kecil. Jadi nanti kalau saya mau ketok 200 triliun pak Josep dan teman2 kasih inga saya jangan lupa tambahan anggaran 400 meter bandara Moa. Kami mohon didoakan agar kami tetap sehat dan ingat catatan2 yang disampaikan pak bupati. Tapi tidak hanya itu kami juga sudah memberikan dukungan penuh untuk pembangunan infrastruktur di Kab. MBD. Termasuk jalan nasional untuk tahun ini kurang lebih akan dibangun lagi sekitar 20 kilo meter. Dan tahun depan 2018 dari hasil kunjungan kerja ini kita tambah lagi untuk jalan binamarga. Begitu juga kebutuhan lain yg dibutuhkan kab. MBD.

Ya tentu dari sekian banyak usulan yg disampaikan secara tertulis pasti satu atau dua tahun belum bisa kita penuhi semua. Tetapi beberapa perioritas yg disampaikan itu menjadi perjuangan kami. Bahwa masyarakat Maluku dan Khususnya MBD punya perwakilan di parlemen ada saya, ada pak Josep, ada ibu hana dan ada pak subarna. Kapan saja kalau dari Bpk/ibu SKPD kalau ke Jakarta main dan datang ke ruang saya, datang ke pak josep, datang ke ibu hana, datang ke pak subarna karena itu tugas dan tanggung jawab kami untuk memperpanjang lidah daripada masyarakat kami di Maluku Barat Daya. Kita sama-sama saudara untuk membangun Maluku Barat Daya ini ke depan.
Sekian dan Kalwedo.


Bagikan artikel ke :