DIALOG MANGENTE NEGERI : JARING ASPIRASI ATASI STUNTING DI KAB. MBD

By admin15 01 Okt 2020, 10:20:53 WIB Pemerintahan
  DIALOG MANGENTE NEGERI : JARING ASPIRASI ATASI STUNTING DI KAB. MBD

Tiakur-malukubaratdayakab.go.id- Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting dan Dialog Mangente Negeri Membangun Maluku dilaksanakan di Ruang  Serbaguna Tiakur, Selasa (29/09/2020).

Hadir dalam acara ini  Ibu Hj. Widya Murad Ismail sebagai Duta Parenting Provinsi Maluku, Pjs Bupati MBD, Drs. Melkias M. Lohy, MT, Wakil Ketua DPRD Kab. MBD, Kapolres MBD, Perwira Penghubung TNI AD, Pimpinan OPD Lingkup Provinsi Maluku, Plh. Ketua TP. PKK dan anggota TP. PKK  Kab. MBD, Pimpinan OPD terkait, Para Camat beserta Ketua TP. PKK Kecamatan, Para Kepala Desa Lokus Stunting, dan peserta rapat koordinasi.

Baca Lainnya :

Pjs Bupati MBD, Drs. Melkias M. Lohy, M.T, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu langkah yang dilakukan untuk percepatan penurunan angka stunting, walaupun dilaksanakan dalam kondisi pandemi yang mengharuskan semua peserta wajib menerapkan protokol kesehatan tapi tidak mengurangi niat baik bersama untuk memperbaiki generasi anak–anak ke depan.


“Atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Maluku Barat Daya, kami mengucapkan selamat datang bagi Duta Parenting Provinsi Maluku, Ibu Widya Pratiwi Murad Ismail bersama rombongan di Bumi Kalwedo, harapan kami, Duta Parenting Provinsi Maluku dan rombongan dapat menikmati keindahan Bumi Kalwedo” kata Pjs. Bupati.

Sesuai data ada 10 lokasi fokus (lokus) dan salah satunya adalah  Desa Batumiau dengan tingkat stunting tertinggi sehingga mari kita jadikan kunjungan Ibu Duta Parenting sebagai suatu dinamika baru untuk membangun generasi Maluku khususnya di Maluku Barat Daya di kemudian hari, lanjutnya.

Data menunjukan bahwa pada tahun 2019  tingkat prevelensi di Maluku Barat Daya sangat tinggi yakni 27%, kondisi ini menyebabkan Kabupaten Maluku Barat Daya pada tahun 2020 ditetapkan sebagai salah satu kabupaten yang menjadi lokus stunting di Provinsi Maluku dengan sebaran 10 desa lokus.

 

Penanganan stunting didaerah perlu dikoordinasikan dengan semua pemangku kepentingan, baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dunia usaha dan masyarakat lainnya karena stunting dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dalam menurunkan produktivitas pasar kerja, mengurangi pendapatan pekerja dewasa, melebarnya kesenjangan yang berpengaruh pada pendapatan sehingga menyebabkan kemiskinan antar generasi.

Mengingat dampak yang ditimbulkan oleh permasalahan stunting sangat besar, maka Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya terus berupaya mengatasi dan mempercepat penurunan angka prevelensi stunting melalui program dan kegiatan lintas OPD dalam intervensi gizi spesifik maupun intervensi sensitif. Oleh karena itu diharapkan pada tahun 2024, angka stunting di Kabupaten Maluku Barat Daya ditekan hingga menjadi 20%.

Mengakhiri sambutannya Pjs Bupati MBD mengharapkan agar di masa depan anak Maluku Barat Daya harus sehat, cerdas, kreatif dan produktif dan didukung dengan pendidikan yang berkualitas maka mereka akan menjadi generasi yang dapat menunjung pembangunan bangsa Indonesia. Mari potong pele stunting di Maluku Barat Daya.

Description: F:\September\MANGETE NEGERI DIALOG\foto\DSC_0133.JPGKegiatan dilanjutkan dengan Dialog antara Tim Stunting Provinsi dengan para peserta untuk mendengarkan apa yang menjadi permasalahan di Kabupaten Maluku Barat Daya terhadap upaya yang dilakukan dalam menurunkan angka stunting.

Narasumber dialog mengente negeri ini adalah 8 OPD  yang terlibat dalam penanganan stunting di Provinsi Maluku yaitu Kadis Kesehatan Provinsi Maluku, Kepala Bappeda Provnsi Maluku, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, Kadis Ketahanan Pangan Provinsi Maluku, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Maluku,   Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Maluku, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Maluku dan Kepala BKKBN Provinsi Maluku. Para narasumber memberikan materi terkait pengaruh stunting pada bidangnya masing-masing dan peserta diminta untuk dapat memberikan pertanyaan tentang kondisi stunting di tempat tugasnya  sehingga narasumber dapat memberikan masukan atau upaya yang dapat dilakukan secara langsung kepada masyarakat.

Acara ditutup dengan pemberian bantuan bagi 10 Desa Lokus yang ada di Kabupaten Maluku Barat Daya dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kab. MBD, Pemberian bingkisan berupa Buku Rakor Kesehatan dan Buku KIA, PMT Balita dan KEK kepada puskesmas. Kalwedo... (DKI)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment