Pembangunan Tiakur

Pembangunan kota Tiakur oleh pemerintah Maluku Barat Daya perlu terus digalakan. Meski saat ini Bumi Kalwedo tercinta kita merupakan salah satu kabupaten di provinsi Maluku dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang paling rendah, namun untuk mengejar ketertinggalan bukanlah suatu hal yang mustahil.

Beberapa aspek yang perlu dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya antara lain:

1. Pembangunan rusunawa dan juga pemukiman vertikal yang penting untuk menyediakan tempat huni yang layak bagi masyarakat di Bumi Kalwedo. Terutama karena kota Tiakur merupakan kota yang masih baru, hanya berusia 9 tahun sejak didirikan sebagai ibukota kabupaten dan pusat pemerintahan. Karena banyaknya ruang yang masih tersedia, ini merupakan kesempatan baik bagi Kabupaten Maluku Barat Daya untuk memulai pembangunan pemukiman yang berfokus pada pemukiman vertikal yang hemat lahan, efisien, dan juga memudahkan mobilitas antar satu tempat dan yang lainnya karena jaraknya yang dekat. Konsep mixed-use dan mid-rise yang populer di negara-negara maju perlu diterapkan di kota Tiakur. Selain itu, pertumbuhan pemukiman yang terkontrol, terstandarisasi, dan tertata rapi akan membuat kota Tiakur menjadi lebih nyaman ditinggali.

2. Pembangunan rumah sakit juga merupakan hal yang diperlukan untuk Bumi Kalwedo tercinta, dan dapat dimulai di kota Tiakur. Maluku Barat Daya, menurut data Badan Pusat Statistik Indonesia pada tahun 2021 hanya memiliki satu rumah sakit, yaitu RSUD Tiakur. Peningkatan fasilitas RSUD Tiakur dengan berfokus pada pengobatan tingkat tinggi seperti jantung, kanker, dan lain-lain dapat meningkatkan potensi kota Tiakur. Strategi ini telah dijalankan oleh beberapa kota di Indonesia dengan meningkatkan fasilitas rumah sakit di daerah mereka, sehingga mengundang healthcare tourist, pendatang yang mendatangi suatu daerah untuk berobat karena fasilitasnya yang baik. Mengingat posisi Tiakur yang dekat dengan negara Timor Leste dan juga kabupaten-kabupaten Maluku lain yang dapat dibilang jumlah rumah sakitnya juga tidak banyak, keberadaan rumah sakit berteknologi dan berfasilitas tinggi di Tiakur dapat berkontribusi terhadap ekonomi Kabupaten Maluku Barat Daya dan mendorong percepatan pertumbuhan kota.

3. Universitas negeri adalah aspek lain yang perlu direalisasikan oleh pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya. Alasannya, adalah kota Tiakur dengan keberadaan sebuah perguruan tinggi atau universitas negeri yang dapat dipilih oleh siswa/siswi dari seluruh penjuru Nusantara melalui sisten SNMPTN dan SBMPTN, memiliki kesempatan menjadikan dirinya sebagai college town. College town adalah model pembangunan yang berpusat pada keberadaan suatu institusi pendidikan yang diminati banyak orang, sehingga mengakibatkan kota tersebut tumbuh dan dinamis. Strategi ini telah diterapkan oleh banyak kota di seluruh penjuru dunia, dari Tsukuba Science City di Jepang hingga di Indonesia dengan Jatinangor. Dengan adanya universitas negeri di kota Tiakur, bukan saja masyarakat Bumi Kalwedo dapat mengenyam pendidikan berkualitas tanpa harus merantau jauh, tetapi juga akan mendongkrak perekonomian kota Tiakur dan sekitarnya. Banyaknya mahasiswa/mahasiswi yang datang ke kota Tiakur untuk mengenyam pendidikan akan berkontribusi terhadap perekonomian Maluku Barat Daya. Dengan adanya mahasiswa yang terus berdatangan, bisnis-bisnis seperti pembangunan kos, bisnis laundry, bisnis penjualan makanan, percetakan, dan sebagainya akan melesat perkembangannya di kota Tiakur.

4. Terakhir, salah satu aspek yang harus direalisasikan oleh Pemerintah Kabupaten Barat Daya terutama mengenai pembangunan Kota Tiakur adalah transportasi umum. Apabila kota menjadi semakin padat setelah terjadinya segala pembangunan dan influks masyarakat dari penjuru Nusantara, perlulah ada transportasi umum yang baik. Kota Tiakur haruslah berorientasi pada pergerakan manusia, bukanlah kendaraan pribadi, dengan trotoar yang baik dan ramah pejalan kaki/disabilitas, transportasi umum yang teratur tepat waktu serta memiliki halte pemberhentian yang jelas dan jadwal yang jelas, serta rute yang menjangkau fasilitas-fasilitas penting seperti pasar, universitas, sekolah, tempat ibadah, dan perumahan.

Harapan masyarakat bukan saja di Maluku Barat Daya tetapi juga di seluruh Indonesia adalah kesempatan perkembangan kota Tiakur yang masih muda perlu dimanfaatkan untuk pembangunan yang baik. Karena lebih sulit ditata dan dikembangkan apabila sebuah kota sudah terlanjur besar dan ramai, sehingga semrawut apabila tidak ditata dan direncanakan pembangunan dan ekonominya dengan baik.

Komentar