Buka Kegiatan Bedah Rumah Tidak layak Huni di Dusun Yawuru, Bupati : “Bantuan ini harus diberikan kepada orang yang benar benar membutuhkan, tidak boleh ada intervensi kepentingan ”.

November 5, 2019 12:09 am

Tiakurmalukubaratdayakab.go.id – Dalam rangka H.U.T. BRI (Hari Ulang Tahun Bank Rakyat Indonesia) ke – 124 tahun 2019, dilaksanakan kegiatan Bedah Rumah Tidak Layak Huni yang merupakan Bantuan Program BRI Peduli.

Kegiatan ini dibuka oleh Bupati MBD (Maluku Barat Daya), Benyamin Th. Noach, S.T. bertempat di salah satu rumah penerima bantuan, di Dusun Yawuru, Desa Wonreli, Kecamatan PP. Terselatan, disaksikan oleh Perwakilan BRI Saumlaki, Pejabat TNI/Polri serta Pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Kabupaten MBD yang berkenan hadir, Saniri Negeri, Rohaniawan serta keluarga penghuni rumah penerima bantuan pada Selasa (29/10/2019).

Acara pembukaan bedah rumah ini secara resmi dimulai dengan pengguntingan pita oleh Bupati MBD di lokasi rumah salah satu penerima bantuan yang dihuni oleh keluarga J. Laimeheriwa.

“Saya diminta tolong oleh perwakilan BRI Saumlaki untuk memberikan informasi rumah mana yang layak ditunjuk mendapatkan bantuan bedah rumah. Saya sampaikan kepada pihak BRI bahwa bantuan ini harus diberikan kepada orang yang benar benar membutuhkan, tidak boleh ada intervensi kepentingan, harus betul betul kepada warga yang rumahnya memang benar benar belum layak, karena itu, Saya minta adik Chris Dahaklory untuk bantu cek di Yawuru ada berapa rumah yang belum layak saat ini, tolong itu dibantu”, demikian dijelaskan Bupati.

Memang benar, seperti disampaikan Bupati, tampak dilihat jika rumah yang dibedah di Dusun Yawuru ini memang tidak layak sama sekali, selain berukuran kecil kurang lebih 5×4 m², tembok rumah hanya tersusun dari dinding tanah dan bambu serta beratapkan daun Rumbia.

Salah satu rumah penerima bantuan bedah rumah BRI Peduli di Dusun Yawuru Pulau Kisar

Bantuan bedah rumah kali ini diberikan kepada 2 rumah tidak layak huni di Dusun Yawuru, yakni rumah yang dihuni oleh saudara J. Laimeheriwa dan ibu M. Lainata, masing masing rumah mendapat bantuan bedah rumah sebesar Rp.40.000.000.

Menurut Bupati, salah satu kendala warga miskin untuk  mendapatkan bantuan adalah karena tidak memiliki persyaratan formalitas yang harus dipenuhi antara lain mereka belum memiliki dokumen kependudukan seperti KTP (Kartu Tanda Penduduk)  dan KK (Kartu Keluarga), untuk itu diharapkan bantuan atau partisipasi aktif dari pemerintah desa dan saniri serta warga setempat.

“Saya mohon bantuan dari basudara di dusun ini dan juga dusun yang lain di desa yang lain agar membantu, terutama membenahi data penduduk, tolong catat mana saja warga kita yang belum punya KK , belum punya KTP, atau anaknya belum punya Akte Kelahiran, tolong disampaikan langsung kepada Saya, silahkan telpon atau SMS ke Saya, sehingga nama dan nama rumahnya Saya catat, Saya akan minta ke Dinas Dukcapil, lalu Dukcapil datangi langsung ke rumahnya, hal ini untuk membenahi data penduduk agar ada sinkronisasi, sehingga bantuan bantuan kepada saudara saudara kita yang benar membutuhkan, pada saat akan diberikan tidak terkendala syarat formalitas seperti  KTP dan  KK,”, ucap Bupati.

Ditambahkan juga oleh Bupati bahwa Pemerintah Daerah memang sudah menggerakan program perumahan rakyat namun tentu saja hal itu juga belum menjawab seluruh kebutuhan masyarakat di Kabupaten MBD.

“Terimakasih kepada BRI yang telah membantu, bukan saja membantu Pemerintah Daerah, tapi juga membantu mengangkat harkat dan martabat masyarakat kami, membantu memikul beban dari masyarakat kami, kita semua berdoa semoga bantuan ini berguna bagi peningkatan kesejahteraan rakyat MBD, terutama bagi peningkatan kesejahteraan saudara saudara kita yang mendapatkan bantuan ini” pungkas Bupati mengakhiri sambutannya, (diskominfo-mbd)


Bagikan artikel ke :