BUPATI MBD PIMPIN RAPAT PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 SERTA BAHAS MASALAH GAGAL PANEN

By admin15 20 Mar 2020, 11:34:06 WIB Kesehatan
BUPATI MBD PIMPIN RAPAT PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 SERTA BAHAS MASALAH GAGAL PANEN

Tiakur-malukubaratdayakab.go.id - Bupati Maluku Barat Daya, Benyamin Th. Noach, S.T menggelar rapat terbatas dengan Forkompimda, Pimpinan OPD dan Instansi Vertikal lainnya untuk membahas langkah-langkah dalam mengantisipasi  penyebaran Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 yang bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati, Kamis (20/02/2020).

Hadir dalam rapat ini, Ketua DPRD Kab. MBD, Kapolres MBD, Kajari MBD, Pabung AL, Pabung AU, Danki Brimob, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda, Pimpinan OPD, Syahbandar Moa, Pimpinan Kantor Karantina Kesehatan dan Kepala Bandara Moa. Agenda rapat ini merupakan lanjutan dari rapat yang telah dilakukan sebelumnya, Rabu (19/03/2020) antara Pimpinan OPD dengan instansi vertikal lainnya.

Dalam kesempatan ini Bupati MBD mengatakan bahwa Virus Covid-19 atau Virus Corona yang telah menyebar di beberapa daerah di Indonesia menjadi perhatian nasional oleh karenanya harus segera dilakukan langkah-langkah antisipasi untuk mencegah penyebaran virus ini di Kabupaten Maluku Barat Daya.

Baca Lainnya :

Dengan melihat kondisi instalasi kesehatan yang masih terbatas, menurut Bupati hal ini sangat berbahaya sehingga kita perlu mengambil langkah cepat  “ lebih baik mencegah daripada nanti mengobati”. Sebagai  langkah awal Dinas Kesehatan diminta untuk  segera menyediakan alat  pendeteksi suhu badan dan melaksanakan protokol corona di bandar udara serta pelabuhan. Dan selanjutnya akan diikuti dengan mengeluarkan Peraturan Bupati tentang perjalanan dinas ke daerah-daerah terdampak.

Langkah berikutnya Gedung Mess Pemda akan dijadikan tempat karantina mandiri bagi pejabat atau ASN yang karena urusan penting dan mendesak harus melaksankan perjalanan dinas ke daerah terdampak. Terkait hal ini Bupati menghimbau kepada yang melaksanakan tugas untuk menghindari tempat-tempat umum dan keramaian dan  setelah melaksanakan urusan dinas agar segera kembali.

Pada tahap selanjutnya akan dilakukan pembentukan Gugus Tugas yang terlebih dahulu mendapat pertimbangan dari Ketua Gugus Tugas Nasional. Dengan penggunaan anggaran disesuaikan dengan OPD-OPD yang berhubungan langsung dengan penanganan kasus ini. Dan untuk penggunaan dana cadangan akan disesuaikan dengan petunjuk yang berlaku.

 Berkaitan dengan masalah gagal panen yang diakibatkan oleh kurangnya curah hujan di MBD, Bupati menyampaikan harus ada langkah antisipasi penjaga stok. Dengan adanya buffer stock beras sejumlah 100 ton,  maka buffer stock ini  disiapkan sebagai antisipasi gagal panen yang sementara dialami di beberapa kecamatan. Untuk itu Pemda sangat membutuhkan kerjasama dengan Kajari, TNI dan POLRI untuk menjaga spekulan, yang memanfaatkan situasi dengan memainkan harga barang yang beredar dipasaran.

Dikesempatan yang sama, Kajari, Ketua DPRD MBD dan Kapolres MBD masing-masing memberikan masukan terkait penanganan virus covid-19. Kajari MBD, Herwin Ardiono, SH  menitikberatkan penanganan covid-19 pada antisipasi stok pangan dan buffer stock minyak. Beliau juga mengharapkan adanya kerjasama antara semua pihak, bukan saja koordinasi yang dibangun tetapi juga sinkronisasi langkah bersama dengan tujuan yang ingin diwujudkan bersama yakni memajukan Maluku Barat Daya.

Ketua DPRD MBD, Petrus A. Tunay, A.Md mengatakan bahwa langkah-langkah yang telah disampaikan diatas agar segera dilakukan, terutama pada setiap pintu masuk  bandara dan areal pelabuhan di MBD untuk setiap orang yang berkunjung. Untuk masalah gagal panen yang diakibatkan oleh faktor alam sebagai manusia, kita tidak dapat menghindarinya tetapi dari sisi teknis dalam hal ini Dinas Pertanian agar dapat mengambil langkah-langkah  yang cepat dan tepat supaya dapat mengatasi dampak gagal panen yang berkepanjangan, dan perlu menyiapkan buffer stock serta opname pasar.

Selanjutnya Kapolres MBD, AKBP. S. Norman Sitindaon menyampaikan beberapa poin terkait antisipasi dampak virus corona di MBD yakni ketersediaan bahan pokok makanan, stabilitas harga bahan pokok yang harus dijaga, penjagaan pintu masuk bandara undara dan pelabuhan sesuai SOP yang berlaku sebagai  upaya pencegahan dan  penyebaran virus covid-19 melalui penumpang yang masuk ke MBD, pembentukan satgas penanganan Covid-19 dan yang terakhir Kapolres mengharapakan agar penanganan Covid-19 ini bukan hanya di tingkat kabupaten saja tapi disosialisasikan ke seluruh kecamatan  dan desa.

Setelah mendengar pendapat dan saran dari peserta rapat maka disimpulkan bahwa langkah-langkah yang diambil untuk pencegahan Covid-19 oleh Pemkab Maluku Barat Daya adalah pertama melakukan sosialisasi kepada masyarakat ditingkat kecamatan dan desa terkait pencegahan Covid-19 dan penerapan pola hidup sehat oleh seluruh OPD maupun instansi vertikal lainnya, kedua, pembentukan gugus tugas pencegahan Covid-19, ketiga, buffer stock agar segera dikoordinasikan dan siap ditempat sehingga pada saatnya dapat diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan, keempat, komoditi lokal kembali didorong untuk dikembangkan dan pemberian bibit jagung untuk petani yang gagal panen.  Kalwedo.... (Diskominfo-MBD)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment