DHARMA WANITA KABUPATEN MALUKU BARAT DAYA BEKALI KADER DENGAN LATIHAN KEPEMIMPINAN

July 18, 2019 6:11 am

Tiakur, Kamis 18 Juli 2019 – Sekretaris Daerah (SEKDA) Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Drs. A. Siamiloy, M.Si selaku penasehat Dharma Wanita Persatuan Kab. MBD membuka secara resmi Pelatihan Kepemimpinan istri ASN (Aparatur Sipil Negara) yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan kabupaten Maluku Barat Daya di Resto & Cafe Coli, pantai Tiakur.

Hadir pada kesempatan ini unsur Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA), Komisaris Utama PT. Adji Putra Group (Drs. Joko Christanto, Dapm, dsi, M.Sc, Ph.d, C.Eia, C.Ws) sebagai narasumber, ketua PERSIT Kartika Chandra Kirana Kab. MBD (Ny. Enselina Taborat), ketua Ikatan Adiyaksa Dharma Karini kab.MBD (ibu Diana Damanik), Wakil Ketua Bhayangkari cabang MBD (Ny. Peni Horsair), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah(OPD), para camat dan peserta pelatihan yang berjumlah 160 orang berasal dari kecamatan 17 orang, 128 orang dharma wanita unit, 20 orang pengurus dharma wanita kabupaten.

Kegiatan sehari pelatihan istri ASN bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya dharma wanita dan pemahaman kepada istri-istri ASN untuk mampu membenahi diri dalam menunjang tugas suami disampaikan ketua panitia Ny. Helena Kilikily dalam laporannya.

Sementara itu, ketua dharma wanita persatuan kab. MBD Ny. Tabita Siamiloy,S.pd dalam prakata mengajak semua organisasi perempuan bersama-sama bergandengan tangan untuk memajukan MBD negeri yang kita cintai, dan memohon dukungan dari pimpinan daerah selaku penasihat DWP agar dapat mengarahkan ASN untuk menghadirkan para istri mendampingi para suami dalam tugas dan pengabdian di negeri Kalwedo.

Dalam sambutan Bupati yang di bacakan SEKDA, menjelaskan, pelatihan ini sangat penting untuk menambah wawasan para istri pejabat ASN, yakni pembentukan sikap, karakter, kepribadian serta etika berbicara dan menyampaikan pendapat guna mendukung suami-suami dalam pelaksanaan tugas kedinasan.

Dalam kenyataannya hanya sebagian kecil istri-istri pejabat ASN yang menyadari fungsi dan perannya masing-masing sebagai istri pejabat, sehingga seringkali perannya sebagai pendamping suami yang merupakan pejabat tidak dilaksanakan dengan baik, “contohnya ada istri pejabat ASN di kab.MBD meninggalkan suami sendiri di tempat tugas sehingga kegiatan dharma wanita pada unit OPD yang merupakan pendukung program pemerintah tidak berjalan dengan baik”.

Melalui kegiatan pelatihan kepemimpinan ini lanjut sekda, diharapkan para istri pejabat ASN dapat menjadi teladan dan pola anutan yang baik di lingkungan masyarakat kabupaten Maluku Barat Daya.


Bagikan artikel ke :