NOACH : “Katong harus saling menghidupi, supaya berkat itu mengalir ke semua Desa di Maluku Barat Daya”

July 13, 2019 5:40 am

Pulau Moa, 12 Juli 2019 – “Katong harus saling menghidupi, supaya berkat itu mengalir ke semua Desa di Maluku Barat Daya”, hal ini diungkapkan Bupati MBD, Benyamin Th. Noach, S.T, ketika berdialog dengan masyarakat untuk menjelaskan program pemberdayaan masyarakat di sela sela kunjungan kerja (Kunker) Bupati ke sejumlah desa di Pulau Moa antara lain Desa Werwaru, Desa Klis dan Desa Moain pada Jumat, 12 Juli 2019.

Selain didampingi oleh Ketua TP. PKK Kabupaten MBD, Ny. Relly Noach, juga didampingi pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait. Kunker ke tiga desa ini merupakan kelanjutan kunjungan pada hari sebelumnya di Desa Tounwawan dalam rangka pencanangan mulai beroperasinya bantuan Bus Sekolah yang melayani masyarakat di Pulau Moa yang dirangkai dengan tatap muka Bupati dengan masyarakat. Pada intinya Bupati atas nama Pemda dan Pribadi mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Pulau Moa atas dukungan doa dan dukungan politik yang diberikan, dan tentu saja dimanfaatkan untuk mendengar keluhan dan kebutuhan masyarakat utamanya sebagian besar pada bidang infrastruktur, pendidikan dan kesehatan.

Kunjungan diawali di Desa Werwaru, dalam ucapan selamat datang oleh Kades Werwaru, Ellias Tenggawwna mengatakan “Kami masyarakat Werwaru sangat mengidamkan kunjungan Bapak Bupati untuk itu kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati atas kunjungan ini karena kami bisa menyampaikan keinginan dan harapan masyarakat secara langsung kepada Bapak Bupati”. Demikian Kades Werwaru.

Ketua TP. PKK Kabupatn MBD, Ny. Relly Noach mendampingi Bupati MBD
selama kunjungan kerja (Dok : Humas Protokol MBD)

Dalam sambutannya selain menjawab langsung harapan dan keinginan masyarakat, Bupati menjelaskan kendala utamanya di MBD ini adalah akses transportasi dan komunikasi dan pada saat yang sama rakyat MBD butuh sentuhan, butuh diberdayakan, bagaimana cara rakyat mau diberdayakan? Kita punya dana desa, kita punya dana APBD, kita punya dana APBN, itu yang harus kita manfaatkan sebaik baiknya untuk kesejahteraan rakyat.

Sementara itu di tempat berbeda di Desa Klis, pada kesempatan yang sama Noach menyampaikan “untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, saya mengarahkan supaya jagung rakyat kita itu bisa laku, caranya nanti semua ASN (Aparatur Sipil Negara) akan dapat jatah jagung, kita potong tunjangan berasnya, lalu uangnya kita pakai beli jagung rakyat, supaya jagung rakyat laku dan ASN-nya dilatih makan jagung”,….yang disambut tepuk tangan meriah segenap warga Klis dan hadirin sebagai bentuk dukungan mereka terhadap kebijakan Bupati.

Lanjut Bupati , “sekarang kita punya 3000 ribu ASN di MBD, setiap Kamis ASN pakai Batik, tapi batiknya, batik dari Jawa, karena itu kita akan buat Peraturan Bupati, tiap Kamis ASN pakai batik dari tenun MBD, masing masing OPD sudah ditentukan menggunakan tenun dari motif apa, semua motif tenun MBD terwakili, kalau harga 1 kain tenun itu 500 ribu, berarti ada uang sekitar 1,5 milyar yang berputar di MBD khusus dari tenun saja, jadi budaya tenun kita makin hidup, perajin tenun di semua kampung dapat uang, sehingga berkat itu mengalir ke semua Desa di MBD”. Hal yang sama juga disampaikan Bupati untuk menghidupkan kerajinan anyaman dari daun koli, dimana ASN tiap hari Jumat wajib memakai topi dari anyaman daun koli hasil kerajinan dari semua tempat di MBD. Ini semua akan memberikan pendapatan bagi masyarakat di seluruh MBD. Tetapi Bupati juga berpesan “ jang sampai bapa ibu sudah dengar PNS mau beli tenun dan topi, lalu kasih naik harga setinggi tinginya, janganlah seperti itu, jadi harga normal normal saja”, begitu kata Noach.

Untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dari sektor peternakan, pemda yang dimotori oleh  Dinas Pertanian Kabupaten MBD akan mendorong masyarakat mengembangkan ayam pedaging dan ayam petelur lewat pengadaan bibit yang akan didistribusikan pada kelompok tani di setiap desa.

Selain pertemuan dengan warga, didampingi Camat Moa dan Kades Klis, Bupati meninjau BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) Desa Klis, salah satu contoh BUMDes yang berhasil di MBD, sesuai laporan Kades, BUMDes Desa Klis telah menghasilan PAD bersih untuk Desa Rp. 40 juta/tahun.

Mengenai keluhan warga tentang masih tingginya ongkos angkutan umum yang dirasakan khususnya para petani sayur mayur dari desa penghasil di Moa, Bupati menjelaskan bahwa untuk jangka pendek, beliau sudah memerintahkan Kadis Perhubungan melakukan evaluasi terhadap biaya angkutan umum, sementara ke depannya pada 2020 pemda akan memperbaiki infrastruktur jalan menggunakan hotmix, jika jalannya semakin baik maka waktu tempuh ke Tiakur atau sebaliknya juga akan makin cepat maka akan menurunkan biaya operasional angkutan umum sehingga ongkos transport bisa ditekan lagi. Disamping itu perbaikan infrastruktur jalan juga akan mendukung pengembangan wisata di pulau Moa seperti Wisata Gunung Kerbau sebagai ikon wisata MBD, pantai Nyama dan objek lain disekitarnya.

Mengakhiri kunker Bupati di Desa Moain, masih menyoal tentang berita pemusnahan Sopi di Mapolres MBD, Bupati menjelaskan “Saya ini Kepala Soa, sebelum jadi Bupati saya sudah jadi Kepala Soa, jadi saya paham betul dan menjunjung tinggi adat di MBD. Sopi itu adalah alat peraga adat MBD, sopi yang dimusnahkan itu adalah barang bukti sitaan dari Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (KKYD) Polres MBD, jadi bukan sopi yang disita dari rumah rumah, sebab sampai hari ini hukum positif kita masih melarang penjualan minuman beralkohol tanpa merek, barang bukti itu harus dimusnahkan menurut hukum, oleh karena itu saya akan mendorong supaya sopi ini dilegalkan, dijadikan bahan baku produk lain yang dikelola secara industri sehingga kadar alkoholnya bisa dikendalikan,  maka produk dari sopi dengan aman bisa dipasarkan keluar wilayah MBD” demikian terang Bupati. (Herman Suitela – Diskominfo MBD)

Ketua TP. PKK Kabupaten MBD, Ny. Relly Noach menyapa sejumlah warga Desa Moain
(Dok : Humas Protokol MBD)

Bagikan artikel ke :